“Remember that wherever your heart is, there you will find your treasure.” (― Paulo Coelho, The Alchemist)

supercell - Sayonara Memories (lyrics)

Tuesday, March 27, 2012


Sayonara MEMORIES
Artist: supercell
Album: Today Is A Beautiful Day





sakura ga saku yo The Cherry Blossoms bloom
minareta itsumo no sakamichi ni on the hill we’re so used to seeing.
aa wakare wo Ah…this is where we part…


naite waratta ano hibi Those days where we laughed and cried
nandaka kinou no koto no you seem just like yesterday.
kono michi wa sou mirai he tsudzuku michi I felt this road
sonna ki ga shita no was the road leading to our future.


reinen yori hayai kaika yosou wo It seems they’ll blossom earlier than usual,
KIMI wa ureshigatteta you seem very happy about it.
watashi wa waratte, “sou da ne,” tte itta I laughed and said “Yeah, that’s right.”
ato sukoshi shitara mou koko ni wa modorenai noni despite knowing that after a while we won’t be able to return here…


kotoba ja umaku ienai omoi wo Just how should I
KIMI ni uchiakeru to shitara nante tsutaeyou convey these emotions I can’t put into words to you?
saisho de saigo itsuka issho ni kaetta michi wa This is the first and last…one day this road we both took home
watashi ni totte tokubetsuna omoide will be a precious memory to me.
wasurenai yo I won’t forget it.
sayonara MEMORI-ZU Goodbye Memories,
haru ga kitara sorezore no michi wo once Spring comes we’ll be on separate ways.


mata aeru hi wo negatte I wish for a day we meet again,
“sayonara,” chiisaku tsubuyaita “Goodbye.” I silently whispered.
sora ha ano hi to kawarazu aokute The sky is as blue as that day,
dakara chotto naketa which made me cry a little.


waza to toomawari shita no I was a bit errant,
sukoshi demo nagaku KIMI no tonari ni itakute I wanted to be with you as long as I could.
watashi wa odokete, “machigaeta!” tte itta I jokingly said “No I’m not!”
KIMI wa warau sono kao ga mabushikute me wo sorashita and you laughed, that face was so radiant I averted my eyes.


kotoba ja umaku ienai omoi wo I walked down this road
mune ni daite kono michi wo aruita while holding these emotions I can’t put into words in my heart.
oboeteru ano toki KIMI wa I remember, back then
watashi no namae wo yondekureta you called my name
futari yuugure no kaerimichi de on that evening when we were both heading home.
wasurenai yo I won’t forget it.
sayonara MEMORI-ZU Goodbye Memories,
deaeta koto kansha shiteru I’m thankful for having met you.


hajimetemita mankai no sakura I wonder how much I changed
are kara dore kurai kawaretandarou since that first time we saw the fully bloomed Cherry Blossoms.


hitome mita toki ni omottanda The first time I saw you, I thought
“kono hito no koto suki ni nari sou,” tte “I feel like I’m going to fall in love with this person.”
nande kana wakannai yo Why I wonder…I don’t know….
sore kara no mainichi wa totemo tashikutte Since then everyday was fun
takedo onaji kurai ni tsurakattanda and in turn, just as painful.
gomen ne nanka umaku ienai yo Sorry, I can’t properly say it…
dakara watashi KIMI to nante iu ka what should I say to you?
ima no mama sayonara shitakunai no I don’t want to say goodbye to you,
tomodachi no mama ja mou iya nano I don’t want to stay just as friends…
iou to omotteita I have to say it…
“watashi KIMI no… “I’ve always…
KIMI no koto zutto … I have always…
zutto mae kara … always…
suki deshita” loved you!”


aa yatto ietaAh…I finally said it…


Credit:
Romaji & Translation: http://suisei.kokidokom.net

supercell - Kimi no Shiranai Monogatari (lyrics)


Kimi no Shiranai Monogatari
[The Story You Don’t Know]
supercell




itsumo doori no aru hi no koto
Like always, on that day
kimi ha totsuzen tachiagari itta
you suddenly stood up and said
“konya hoshi wo mi ni yukou”
“Tonight, lets go Stargazing!”


“tama ni ha ii koto iunda ne”
“Oh, you sometimes have great ideas huh!”
nante minna shite itte waratta
everyone said as they laughed.
akari mo nai michi wo
Like idiots, we just frolicked and walked
BAKA mitai ni hashai de aruita
on the dark road
kakaekonda kodoku ya fuan ni
as not to be crushed by loneliness
oshitsubusarenai youni
nor anxiety.


maakana sekai kara miageta
As we looked up from this dark world,
yozora ha hoshi ga furu you de
the night sky looked like it would drop the stars!


itsu kara darou
Since when I wonder,
kimi no koto wo
since when have I been
oikakeru watashi ga ita
chasing after you?
douka onegai
Please, please
odorokanaide kiite yo
don’t be surprised, listen
watashi no kono omoi wo
to these feelings of mine.


“are ga DENEBU, ARUTAIRU, BEGA”
“That’s Deneb, Altair, Vega…”
kimi wa yubi sasu natsu no taisankaku
you said as you pointed at The Summer Triangle.
oboete sora wo miru
As I looked at the sky,
yatto mitsuketa Orihime-sama
I finally found Orihime-sama,
dakedo doko darou Hikoboshi-sama
but where is Hikoboshi-sama I wonder?
kore ja hitori bocchi
Isn’t she lonely?


tanoshikena hitotsu tonari no kimi
As I stood next to you who was enjoying himself,
watashi ha nani mo ienakute
I stood there unable to say anything…


honto ha zutto kimi no koto wo
The truth is, I somehow
dokoka de wakatteita
understood my feelings for you.
“mitsukatta,” tte
“I found it”
todoki ha shinai
But they won’t reach you…
dame da yo nakanaide
This is no good…don’t cry,
sou iikikaseta
I told myself.


tsuyogaru watashi wa okubyou de
I acted tough, but the cowardly me
kyoumi ga nai youna furi wo shiteta
pretended like I didn’t have an interest…
dakedo
However,
mune wo sasu itami ha mashiteku
that just increased the pain stabbing my heart.
aa sou ka suki ni naru tte
Aah, I see, this is what it means
kou iu koto nanda ne
to fall in love.


“’dou shitai?’ iite goran”
“Try saying to me ‘What’s wrong?’”
kokoro no koe ga suru
my heart tries to tell you that,
kimi no tonari ga ii
but being next to you is fine…
shinjitsu ha zankoku da
reality is so cruel…


iwanakatta
I didn’t say it,
ienakatta
I couldn’t say it,
nido to modorenai
I can’t go back now…


ano natsu no hi
That summer day,
kirameku hoshi
those glittering stars,
ima demo omoidaseru yo
I remember them even now.
waratta kao mo
Your smiling face,
okotta kao mo
your angry face,
daisuki deshita
I loved them all.
okashii yo ne
Weird isn’t it?
wakatteta noni
Even though I understood it all…
kimi no shiranai
You don’t know about this,
watashi dake no himitsu
it’s a secret only I know.
yoru wo koete
I pass the nights,
tooi omoide no kimi ga
the you from my distant memories
yubi wo sasu
points your finger at the stars
mujakina koe de
with such an innocent voice.



Credit:
Romaji & Translation: http://suisei.kokidokom.net

Daily life: throwback 2011

Tuesday, January 10, 2012

Di dalam stoples kaca; tenggelam dalam diri sendiri terlalu jauh.


clear (c) katsuo

Tahun 2011 berlalu begitu cepat, diisi dengan berbagai kebimbangan menentukan pilihan. Berat; banyak waktu habis untuk bergulat dengan diri sendiri. Ketika semuanya sampai di ujung dan harus dipilih, pada akhirnya saya puas.

Menghargai diri sendiri ternyata lebih sulit dari yang saya duga. 

***

[kuliah]

Semester 5 selesai! Luar biasa sekali. Semester ini selesai sebelum saya sempat memperbaiki semangat kuliah. Wew. Too much organization and non-academic things in my head, I guess. Semoga hasilnya tidak terlalu buruk.

Mata kuliah yang menakutkan? Hngg… mungkin pilihannya jatuh pada mata kuliah non-jurusan. Statistik dan Probabilitas—menakutkan. Mata kuliah yang menegangkan? Perpindahan Massa dalam Sistem Bioproses, jelas. Menegangkan dan menantang di setengah semester pertama dan membuat saya punya lebih banyak waktu tidur di kelas di setengah semester terakhir (hahaha). Mata kuliah yang menyenangkan? Rekayasa Reaksi Hayati—atau apa pun yang diajarkan Pak Heri. Jangan tanya kenapa saya rasanya nge-fans sekali dengan dosen (killer) yang satu itu. Sampai-sampai berakhir jadi asisten mata kuliah Numerical Method dari Pak Heri. Mata kuliah yang merepotkan? Selamat kepada Praktikum Unit Operation Process I! Tidak ada yang lebih merepotkan daripada praktikum tak berjadwal begitu.

Ah. Di akhir semester ini juga ramai diperbincangkan mengenai perubahan kurikulum di DTK FTUI. Angkatan 2009 tampaknya tidak akan bisa ada yang lulus 3,5 tahun. Menyedihkan, tapi memang realita yang harus diterima (yah, ucapan dari seseorang yang tidak berniat lulus 3,5 tahun, sih). Ada hal positif dan menarik yang saya nanti-nantikan dari isu ini: dibukanya mata kuliah pilihan baru. Please let them open any herbal-related subjects!

Perbincangan masa depan pascakampus juga jadi hal yang cukup sering dilakukan. Entah jadi obrolan santai bersama Pijar di kosan, atau obrolan random di tempat makan. Googling mencari program Magister yang sekiranya sesuai dengan peminatan serta surfing menjelajah situs pemberi beasiswa.

Banyak hal menarik yang baru saya sadari sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk apapun, tapi rasanya sedikit ingin tertawa, sih.

[aktivitas]

Oke. Ini dia.

Setelah bergulat dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan tidak melanjutkan amanah di MPM FTUI. Ada banyak hal yang berputar di kepala. Mungkin yang saya lakukan hanyalah mencari pembelaan dari keegoisan, tapi saya menganggap itu bukanlah kesalahan.

Semua orang berubah untuk menjadi lebih baik. Dan itulah yang sedang saya lakukan dengan keputusan ini.

Saya suka jurnalistik, dan itu cukup untuk menjadi alasan saya mengambil pilihan aktivitas di lembaga pers mahasiswa. Alih fungsi, alih jabatan, apapun yang mereka pikirkan, saya tidak akan goyah. Semua bermuara pada tujuan.

“Don't listen to the malicious comments of those friends who, never taking any risks themselves, can only see other people's failures.”  [—Paulo Coelho; Eleven Minutes]

Pada akhirnya saya percaya bahwa manusia selalu terbuat dari segumpal keegoisan. Idealisme adalah keegoisan yang bercahaya.

Sedikit ganjil, sebenarnya. Tapi akhirnya segala aktivitas yang akan saya lakukan di tahun ini, 2012, adalah semata menuju pada kesederhanaan dan kenormalan hidup. Tuhan selalu punya rencana atas segalanya. Pilihan-pilihan saya hanyalah jalan menuju salah satu darinya.

[refleksi]

Awal tahun 2012 saya sudah dalam status hiatus panjang dari dunia fanfiksi. Sudah lebih dari setahun berhenti berinteraksi berlebihan dengan teman-teman di komunitas penulis fanfiksi. Mengembalikan esensi menulis pada dasarnya—preferensi.

Rasanya? Lega. Sangat lega. Merasa seperti akhirnya saya menjalankan suatu aktivitas karena pilihan yang terbaik. Dan segalanya benar-benar datang dari saya sendiri tanpa paksaan. Bisa melihat dari sudut pandang yang lain sungguh membantu saya bercermin seperti apa saya dua, tiga, tahun yang lalu. Semoga ini adalah tanda dari perbaikan kualitas hidup dan kebahagiaan.

Tiga bulan sudah menempati kosan baru. Suasana baru dan sebuah usaha untuk melakukan terapi terhadap diri sendiri dari ke-antisosial-an yang melanda. Masih berusaha beradaptasi, namun mulai bisa merasakan kenyamanan dari kehangatan ganjil yang berkeliaran di depan mata.

Lupakan diksi mendramatisir itu. Rasanya? Normal. Terlalu normal. Percakapan normal. Pergaulan normal. Aktivitas normal. Lagi, segalanya datang dari diri sendiri tanpa paksaan. Lagi, sungguh membantu saya bercermin seperti apa saya dua, tiga, atau bahkan empat dan lima tahun yang lalu.

Keluarga, dengan berbagai pukulan besar yang dihadapi setahun ini, bertahan dengan baik. Berkat terapi-terapi sebelumnya, akhir tahun 2011 ditutup dengan saya yang lebih sering pulang ke rumah. Rencana pindah di 2012 yang entahlah akan jadi apa, tapi cukup membuat saya menerima dengan sabar.

Rasanya? Berdosa. Maksud saya, menelantarkan terlalu banyak hal selama ini. Bersikeras membohongi dan membela diri sendiri bahwa segalanya adalah demi rumah. Pada akhirnya manusia memang makhluk egois. Untuk orang-orang yang berdoa bagi terbukanya pintu hati, saya sangat berterima kasih.

[resolusi]

Membaca lebih banyak buku
Mengetahui lebih banyak ilmu
Medengar lebih banyak suara hati
Membina lebih banyak sahabat
Menjalani lebih banyak kenormalan
Menyayangi lebih banyak keluarga

***
Baru saja mulai mengisi tumblr dengan hal-hal yang indah. Melihat begitu banyak keindahan membuat saya merasa lebih tenang dan jernih. Semoga memberi hal positif bagi keseharian.

“...and the world we live in will be either better or worse, depending on whether we become better or worse. And that's where the power of love comes in. Because when we love, we always strive to become better than we are.” [―Paulo Coelho; The Alchemist]

Welcome, ordinary days 

Lembar Delapan

Wednesday, November 16, 2011
...jika kepala ini adalah satu stoples berisi konfeti, maka yang ada sekarang adalah butir-butir konfeti tak terhingga, beraneka warna, sesak dan penuh dalam satu stoples kaca yang rapuh.

冬虫夏草 (c) katsuo

Terlalu banyak perasaan untuk sekedar diluapkan. Terlalu banyak pikiran untuk sekedar diungkapkan. Terlalu banyak pilihan untuk sekedar dipertimbangkan.

Saya sedang tenggelam dalam sebuah pertanyaan mengenai kontribusi. Mimpi-mimpi, kritik ekstrim, loyalitas... terlalu banyak hal abstrak yang tidak bisa dijelaskan. Mengapa keegoisan sulit menjadi pilihan? Bolehkah saya menganggap saya individu yang berbeda?

Siapa? Yang mana? Mengapa?

Pada akhirnya hanya kepada diri sendiri semua ini harus ditanyakan.

Jawaban...

--menantinya adalah gelisah.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature