“Remember that wherever your heart is, there you will find your treasure.” (― Paulo Coelho, The Alchemist)

Hitomi - Boku wa, Tori ni Naru [I Will Become a Bird] (lyrics)

Saturday, April 9, 2011
Title: Boku wa, Tori ni Naru [I Will Become a Bird]
Vocal: Hitomi
Lyric: Hitomi Kuroishi
Soundtrack: CODE GEASS ~Hangyaku no Lelouch~ R2 (insert song Episode 19)




Romaji
When I just can't find my way
You are always there for me
When I am out of my way
You are always there for me
Translation
When I just can't find my way
You are always there for me
When I am out of my way
You are always there for me
When I just can't find my way
You are always there for me
When I am out of my way
You are always there for me
When I just can't find my way
You are always there for me
When I am out of my way
You are always there for me
Like a bird in the sky
You set me free
You give me one heart
Like a star in my night
You'll always be a part of me
Like a bird in the sky
You set me free
You give me one heart
Like a star in my night
You'll always be a part of me
When I just can't find my way
You are always there
You are always there
You are always there for me
When I just can't find my way
You are always there
You are always there
You are always there for me
In my darkness dreams
I hear you call me
You give me the reason to live
In my dirty heart
I hear you call me
And you reach out to carry me away
In my darkness dreams
I hear you call me
You give me the reason to live
In my dirty heart
I hear you call me
And you reach out to carry me away
No one can save my soul
Only you
No one can save my soul
Only you
Like a bird in the sky
You set me free
You give me one heart
Like a star in my night
You'll always be a part of me
Like a bird in the sky
You set me free
You give me one heart
Like a star in my night
You'll always be a part of me
Kurai tsuki    anji-suru
Sono hikari no saki de ha
Futashika na    sonzai no
Boku no yume ga    umarekawaru
The dark moon hints
At the tip of that light
That my dream, which is
An uncertain existence, will be reborn
Isogi    ikiru kedo
Gomen ne
I live in such a hurry
I'm sorry about that
Tori ga sora wo    tobimawareru you ni
Boku ha jiyuu ni ima narerunda
Just like how a bird can fly around the sky
I can now become free
Boku ha jiyuu ni ima narerunda
I can now become free
Tori ga sora wo    tobimawareru you ni
Boku ha jiyuu ni ima narerunda
Just like how a bird can fly around the sky
I can now become free
Like a bird in the sky
You set me free
You give me one heart
Like a star in my night
You'll always be a part of me
Like a bird in the sky
You set me free
You give me one heart
Like a star in my night
You'll always be a part of me
Like a star in my night
You'll always be a part of me
Like a star in my night
You'll always be a part of me
lyrics taken from: animelyrics.com

Daily life: 9 April 2011


Saat ini ditulis, saya masih tergenang dalam kubangan tugas. Mencoba melupakan banyak hal dalam tumpukan kesibukan. Ah, bahkan sepertinya, meski tak ada yang ingin dilupakan, saya memang tetap dalam tumpukan kesibukan. How patheic.

Mulai merasa seperti orang bodoh yang tidak menghargai diri sendiri. What's wrong with me? Reading emo things; rolling over the bed; reddening eyes with tears; laughing bitterly before the sleep... I'm really patheic. Siapa yang bisa menyelamatkan dari kegelisahan tiada akhir ini? Saya bahkan sudah tidak bisa mendefinisikan apa yang menjadi masalah-nya.

Tidak merasa lebih baik, terutama dengan banyak hal di depan mata. Mungkin harus lebih banyak menyibukkan diri dengan sesuatu. Apa saja. Meski pada akhirnya itu hanya akan membuat masalah baru. Ah, tunggu. Tidak lagi, kan? Tidak ada masalah baru lagi. Semua sudah berakhir.



Melewati minggu dengan tugas-tugas yang tidak maksimal. Menghabiskan weekend dengan deadline tugas lain. Oh, jangan lupakan ujian ketiga Numerical Method yang luar biasa. Somehow, I should manage to survive.


Entah delusional atau apa, ketika pulang dari kampus tadi dan menyusuri jalan menuju Halte UI, saya melihat seekor rusa berlari dari arah kandang menuju taman di seberang dekat lapangan parkir FISIP. Ya, RUSA. Syok. Cukup terkejut karena selama ini saya mengira kandang rusa di UI itu dikunci. Dan itu tadi sudah gelap, dengan penerangan jalan yang remang. I'm almost freaking out since it's so sudden. Yang benar saja. Itu rusa jantan besar dengan tanduk yang bagus. Still, rusa itu berlari begitu saja tanpa diduga dan melintas tepat di depan saya. Thanks God for creating it as a herbivore =___=. Masih tidak tahu bagaimana itu rusa bisa melintas keluar dari kandang yang (harusnya) terkunci. Or I'm just being too tired and seeing things as the result? Entahlah.


Oke. Oke. Besok harus mengerjakan analisis jurnal mengenai termodinamika dalam fotosintesis, setelahnya menanti laporan akhir praktikum Analytical Chemistry, dan jangan lupakan LTM Bioenergethics tentang Food Freezing itu. Gah! Bagaimana harus menyelesaikan semua itu dengan pikiran yang kacau seperti ini? Saya lebih memilih lelah fisik daripada terganggu mental seperti sekarang.


Untuk pertama kali sejak saya membaca kalimat ini, saya benar-benar menyadari artinya:
"...Kegilaan adalah ketidakmampuan mengomunikasikan apa yang ada dalam pikiran." [Paulo Coelho, Veronika Decides to Die

Selamat datang, Kegilaan.

Lembar Satu

Monday, April 4, 2011
silent (c) katsuo

Saya selesai. 


Selesai dengan semua kebohongan tanpa akhir yang saya ciptakan. Pada akhirnya tidak ada yang saya dapatkan. Pada akhirnya semua yang dikatakan memang benar. Pada akhirnya, hanya tinggal saya sendirian. 


Selamat tinggal peran. Terima kasih atas mimpi semu yang membahagiakan. Delusi hampa yang akhirnya tidak menyisakan saya bahkan satu kepingan.


Akan ada Anda yang tertawa. Akan ada Anda yang akan bicara: "Setelah sekian lama? Terlambat." Akan ada Anda yang menggeleng dan terkikik puas. Silahkan, Tuan. Tertawakan saja pemain gagal ini. Sesungguhnya itu tak lebih buruk dari lemparan apel busuk yang mendera saya (dan sudah tahukah bahwa saya mengacaukan kostum yang saya kenakan?).


Saya tidak punya harapan. Tidak ada mimpi. Tidak ada ironi. Saya bahkan tidak ingin ilusi. 


Lemparkan saja saya ke jalan, Tuan. Akan lebih baik jika Anda melewati saya dengan sandingan, lalu menertawakan saya sampai hampir mati. 


Setidaknya saya masih punya karma.


***


Jeritan hati seperti apa yang diharapkan? Ah, saya lelah dengan semua pertanyaan. Harus seperti apa saya menjalani hari-hari di tengah genangan pertanyaan?


Saya bahkan berakhir di tangan psikolog. Luar biasa.


Oke. Saya selesai dengan komunitas fanfiction. Saya selesai dengan roleplaying. Saya selesai dengan semua kenistaan yang abnormal. SELESAI. Tamat. Maaf untuk Anda yang membaca dan merasa. Jangan tanya. Saya tidak membenci kalian atau apa. Saya hanya memutuskan sesuatu setelah sekian lama berdebat dengan diri sendiri.


Saya hanya mencoba berhenti melarikan diri dari kenyataan.


Hidup adalah pilihan. Luar biasa waktu yang saya lewatkan untuk mencapai sebuah fakta bahwa sesungguhnya setiap pilihan yang saya ambil adalah pelarian. Pada akhirnya yang tersisa untuk saya hanyalah kehampaan.


Panggil saya berlebihan. Panggil saya gila. Saya sudah tak punya tenaga untuk bahkan melempar senyum dusta.


Tuhan...
Masihkah engkau menerima rintihan ini?
Maka berikanlah rahmat-Mu untuk pilihan tanpa dosa yang saya injak. Karena sesungguhnya nila sebelangga itu tidaklah salah.


Wahai kehidupan...
Apa artinya menghadiahkan saya seni?


***


Untuk lembar baru yang saya tidak ketahui di masa depan, semoga coretan ini terkubur jauh dalam kenangan. Belum pernah saya rasakan sesulit ini mencoba bangkit dan berjalan.


Padahal saya tahu, betapa tak bersahabatnya Sang Waktu.

Menangis di Kaki Tuhan

Memori itu luka
Menari perihnya
Abadi bekasnya

Dia yang mengingatkan
Saya yang enggan
Ilusi yang dipertahankan


Bukan, bukan tentang dia
Tentang saya
Saya yang dusta
Saya yang nista


Mengapa perih datang terlalu lamban?
Mengapa siksa  menunggu duabelas bulan?
Mengapa saya tenggelam dalam peran?
Mana jawaban Tuhan?


Rajutan hampa
Tisikan drama
Pecahan karma


Wahai saya yang menyedihkan
Apalagi yang bisa dilakukan
Selain menangis di kaki Tuhan?

Daily life: 14 Maret 2011

Monday, March 14, 2011
Dear blog, sorry for abandoning you~ T___T

How sad. Apakah saya memang sesibuk itu?


Oke. Update bulan Februari-Maret yang terlewatkan: tugas tanpa akhir untuk semester 4 yang luar biasa /sarkastis/. Mulai dari tugas Menggambar Teknik yang membutuhkan kesabaran, laporan tulis tangan untuk dua praktikum, tugas Metode Numerik dari dosen tercinta yang tanpa ampun... /sigh/ I'm almost dying here. Rapat SC PPAM-MABIM mulai berjalan. Cukup menyita waktu secara rutin setiap minggu. Ditambah dengan pleno dan tugas Komisi III yang menanti. Wah, sungguh penuh.


Waktu berjalan terlalu cepat, dan minggu depan saya sudah UTS. Demi apa, saya bahkan merasa baru saja keluar dari neraka Muker VII dan menjalani awal semester 4! How crazy! Gosh... dan akhir-akhir ini saya mengetik ditemani lagu-lagu emo lama. /tawa getir/


Melupakan fanfiction, melupakan tulis menulis untuk beberapa saat. Yang saya ketik terus menerus adalah Laporan Tugas Mandiri dan makalah /ahahaha/ (tambahkan yang tulis tangan >> empat laporan praktikum setiap minggunya, dan tugas metode numerik). Saya rasa saya akan hiatus beberapa saat.


Ngomong-ngomong hiatus... saya berpikir untuk meninggalkan fanfiction.net. Bukan menulisnya, mungkin. Tapi beberapa bagian pergaulannya. Mungkin. Saya baru berpikir serius untuk melakukannya. Bukan karena saya membenci teman-teman author saya secara tiba-tiba. Hanya karena satu dan lain hal yang lebih seperti dilema pribadi saya. Mungkin saya akan benar-benar melakukannya dalam beberapa waktu ke depan. Secara perlahan... Bagaimanapun, untuk sudah mengisi hari-hari saya sepanjang beberapa tahun terakhir ini... terima kasih :)


Sudah cukup untuk mengisi entri yang kosong.Mungkin beberapa waktu ke depan saya mau coba posting beberapa bahan kuliah yang menganggur di folder.


Dear eyes, please hold on 'till afternoon...

Custom Post Signature

Custom Post  Signature